Kelanjutan petualangan si anak yang kembali menghadapi masalah serupa karena masih kesulitan mengendalikan kata-katanya. Ia belajar lebih dalam mengenai tanggung jawab atas ucapan dan dampaknya terhadap orang lain.
Seorang anak mendapati “mulutnya” lepas dan terbang akibat terlalu banyak bicara sembarangan. Dengan humor dan metafora, buku ini mengajarkan pentingnya menjaga ucapan dan berpikir sebelum berbicara.